• Home>
  • Tips & Trik>
  • Tips Berkendara di Bulan Puasa, Perhatikan Asupan Saat Sahur
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Tips Berkendara di Bulan Puasa, Perhatikan Asupan Saat Sahur

Dilihat 4079
Iman Firman
22 Apr 2021, 22:00
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Berpuasa selama bulan Ramadhan yang dilakukan selama satu bulan penuh, tentu dapat menyebabkan perubahan pola hidup seseorang terhadap jadwal makan dan istirahat.

Jika kita tidak pandai mengatur kembali pola hidup, tentu akan berpengaruh terhadap kegiatan mengemudi. Seperti kurangnya konsentrasi yang dapat berisiko terjadinya kecelakaan.

“Saat berpuasa, berarti tidak ada asupan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh selama lebih dari 12 jam, namun bukan berarti kita tidak boleh beraktifitas seperti menyetir mobil,” ujar Bintarto Agung, President Director Indonesia Defensive Driving Center (IDDC).

Baca juga: Pentingnya Merawat Radiator Mobil, Jangan Nunggu Overheat!

Bintarto menambahkan, “Jam berkendara yang harus diwaspadai adalah ketika kita sudah lebih dari 10 jam tanpa asupan makanan, hal ini bisa menurunkan konsentrasi dan reflek mengemudi”.

Tantangan terberat lainnya, justru saat menjelang buka puasa. Karena umumnya kebanyakan pengemudi ingin cepat sampai tujuan, sehingga membawa kendaraan secara agresif.

Untuk menyiasati kondisi fisik yang prima, maka dibutuhkan pilihan komposisi makanan saat sahur. “Perhatikan asupan makanan sahur yang berimbang dan tidak berlebihan sangat membantu dalam penyesuaian ritme metabolisme tubuh yang lebih baik,” tutur pria yang akrab disapa Tato ini.

Berangkat lebih awal juga bisa menghindari kemacetan yang dapat mengurangi kondisi fisik selama perjalanan.

Titik kritis selanjutnya yakni mengemudi saat menjelang buka puasa. Hal yang paling ditunggu ketika sedang berpuasa adalah saat waktu berbuka puasa.

Ya, hati-hati dalam waktu ini. Pasalnya, banyak pengemudi lain yang mengemudi secara agresif, karena ingin menyempatkan diri kembali ke rumah untuk berbuka bersama keluarga.

Jika memang harus menempuh jalur yang padat, sebisa mungkin Anda mempersiapkan makanan dan minuman darurat untuk buka puasa.

Pilih makanan ringan seperti roti, kue atau biskuit. Sedangkan minuman, bisa Anda siapkan minuman air mineral untuk membatalkan puasa.

Baca juga: Begini Caranya Mengetahui Tekanan Angin Ban Standar Mobil Anda

Nah, yang perlu dicermati adalah jangan makan atau minum saat Anda mengemudi. Kedua hal tersebut bisa mengurangi konsentrasi. Lebih baik mobil ditepikan dahulu sebelum makan dan minum untuk membatalkan puasa.

Dalam ritual puasa, menahan hawa nafsu termasuk dalam ibadah puasa. Artinya, kita tidak boleh mudah emosi dalam kondisi apapun.

Hal tersebut berlaku juga dalam mengemudi. Kondisi lalu-lintas dengan kemacetan luar biasa, ditambah perilaku pengemudi lain yang ugal-ugalan tentu menjadi pemicu emosi.

Antisipasi lainnya, Anda bisa mengatur kembali pola perjalanan. Semisal, berangkat lebih awal atau pulang lebih sore. Hindari jam sibuk agar tidak berjumpa dengan kemacetan yang dapat memicu emosi.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
  • Toyota Rush
    Toyota Rush
    Toyota Rush
    Angsuran mulai dari:Rp 5,00 Jt/Bln
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya