• Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Tips Memilih Ban yang Tepat untuk Motor Kesayangan

Dilihat 2883
EKO
11 Nov 2021, 13:40
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 1

ban motor

Otoloka.id- Ban pada sepeda motor bisa dibilang menjadi komponen yang penting karena merupakan media yang bergesekan langsung dengan permukaan jalan. Itu sebabnya harus tahu memilih ban yang tepat untuk motor.

Pemilihan ban yang bagus dan tepat  memang menjadi kunci dari kenyamanan dan keselamatan ketika mengendarai sepeda motor.

Karet bundar tersebut memiliki beberapa model, ukuran, dan peruntukkannya masing-masing di tiap jenis sepeda motor.

Karena ban merupakan komponen yang berfungsi untuk menyokong berat kendaraan, dan juga menyalurkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin.

Pada sepeda motor, ada dua jenis ban yang umum digunakan, yaitu ban tubeless dan ban tube type. Kedua jenis ban tersebut memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing.

Untuk ban tubeless misalnya, lebih cocok untuk digunakan pada permukaan jalan yang rata seperti aspal. Ban tersebut tidak menggunakan ban dalam, sehingga lebih tahan terhadap kebocoran. Namun, ban tubeless harus digunakan pada velg cast wheel, yang tidak ada rongga.

Sementara pada ban tube type memang hanya cocok untuk digunakan pada velg jari-jari atau spoke wheel. Namun ban jenis ini menawarkan kelenturan yang lebih baik, sehingga cocok untuk digunakan pada medan tidak rata.

Baca juga: Komponen Motor yang Perlu Dicek Ketika Musim Hujan

Selain jenis, ada juga perbedaan ban menurut peruntukkannya. Ada ban kering, ban basah, dan ban kering basah. Ketiganya memiliki perbedaan corak yang berbeda.

Pada ban kering diperuntukkan untuk digunakan pada jalanan yang kering, yang terlihat pada corak atau alur yang sedikit, atau malah tidak ada corak. Ban tersebut punya daya cengkram maksimal ke permukaan aspal yang kering.

Sementara pada ban tipe basah, biasanya memiliki banyak corak atau alur ban yang berfungsi untuk memecah air yang tergenang pada permukaan jalan. Biasanya komposisi karet pada ban basah lebih banyak sehingga kalau dipakai pada permukaan kering akan cepat habis.

Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis, kadang hujan, kadang panas terik. Ban dengan tipe basah kering sangat cocok untuk medan tersebut. Ban tipe tersebut memiliki corak tak begitu banyak sehingga punya traksi baik saat kering, namun dapat memecah air saat hujan.

Baca juga: Berikut Tips Mengendarai Motor Kopling Manual untuk Pemula

Nah, untuk mengetahui ban apakah yang paling cocok untuk sepeda motor kesayangan, ada baiknya membaca beberapa tips berikut ini;

1. Pilih tipe ban

Ban yang menjadi bawaan sepeda motor, memang merupakan ban yang paling tepat yang dihadirkan untuk sepeda motor tersebut.

Namun, pasti ada saja yang menjadi kekurangan bagi pemilik. Oleh karena itu, banyak produsen ban lain yang menawarkan berbagai kelebihan dibanding ban bawaan.  

Tentunya hal tersebut dapat kita aplikasikan selama spesifikasi ban punya kemiripan dengan bawaan motor, dan kondisi yang sering dilalui.

Jika sering melewati kondisi jalan yang basah, ada baiknya memilih ban dengan tipe basah yang tentunya punya daya pemecah air yang lebih baik dibanding ban kering. Hal tersebut juga berlaku sebaliknya pada kondisi medan yang kering.

2. Perhatikan ukuran ban

Sampai saat ini, masih banyak pengguna sepeda motor yang menggunakan ban dengan ukuran tidak sesuai. Hal tersebut kebanyakan demi alasan penampilan.

Namun bagi keamanan dan kenyamanan jelas berbeda. Ban yang tidak sesuai ukuran akan berpengaruh pada performa kendaraan.

Seperti contoh ban yang ukurannya lebih kecil dari ukuran standar, maka yang menjadi korban adalah traksi ban tersebut pada permukaan jalan, motor akan lebih mudah selip.

Sementara pada ban yang ukurannya lebih besar dari ukuran bawaan akan mempengaruhi kinerja mesin. Ban yang lebih besar punya bobot yang lebih berat, dan berakibat pada beratnya kailan tenaga dari mesin.

3. Cek kode produksi

Karena terbuat dari karet, maka fungsi ban akan berkurang termakan usia. Ban yang melewati masa penyimpanan akan kering dan getas, otomatis akan pengaruh pada performanya.

Oleh karena itu, selalu cek kode produksi ban yang tertera pada dinding ban itu sendiri. Kode yang umum misalnya seperti 2020, yang berarti ban tersebut dibuat di minggu ke-20, di tahun 2020.

Karena ban termasuk salah satu komponen fast moving, jadi tidak masalah kalau membeli ban dengan usia produksi lebih dari tiga tahun. Pasalnya masa kadaluarsa ban bisa awet sampai lima tahun. 

  • Suka 1
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya