• Home>
  • Tips & Trik>
  • Tips Pakai Coilover, Perhatikan Penggunaannya Dengan Tepat
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Tips Pakai Coilover, Perhatikan Penggunaannya Dengan Tepat

Dilihat 67
Iman Firman
19 Apr 2021, 23:16
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Pernah mendengar istilah coilover? Pengertiannya adalah piranti suspensi yang terdiri dari shock absorber dan per yang bisa diatur tinggi rendahnya dengan cara diputar.

Coilover singkatan dari "Coil Spring Over Strut". Pengertian gampangnya sokbreker dengan coil spring (per keong) yang menjadi satu kesatuan dan dipasang pada bagian kaki-kaki mobil.

Sejatinya coilover ini mulai ramai digunakan di Indonesia sejak akhir tahun 90-an. Umumnya coilover digunaan untuk mobil Jepang kala itu.

Seiring berjalannya waktu, penggunaan coilover merambah semakin luas. Pilihan dan merek yang ditawarkan kini pun beragam.

Mulai dari penggunaan untuk kendaraan harian sampai untuk keperluan balap. Masing-masing punya settingan yang berbeda-beda, lho!

Peruntukan Coilover Untuk Mobil

Nana Budhi Satya selaku Sales & Marketing Manager Öhlins Indonesia menjelaskan, “Öhlins tipe-tipe coilover-nya ada road and track dan motorsport. Road and track untuk pemakaian harian di mobil umum, sedangkan motorsport untuk penggunaan kompetisi,” ujarnya.

"Untuk penggunaan road and track kita perlu data spek yang lebih detil mengenai mobilnya, misalnya untuk BMW seri 3 F30 terbaru, jadi harus detil," ujar Nana.

Baca juga: 5 Aturan Poles, Agar Kinclong Luar Dalam

Pasalnya ada beberapa coilover yang tidak compatible dengan teknologi mobil itu sendiri. Oleh karena itu, sebelum memastikan untuk pakai coilover, kalian perlu mempelajari dengan matang.

Menurut Ronny dari SS Performance Shop, Bandung, yang kerap menjual coilover Tein menjelaskan, “Kalau mau pakai coilover harus jeli dan teliti, jangan sampai salah tipe. Misalnya yang tipe untuk kompetisi malah dipakai untuk di jalan raya, pasti jadi enggak enak. Karena bukan settingan untuk mobil harian,” jelasnya.

Settingan di coilover ada yang menggunakan tiga settingan yakni soft, normal, dan hard. Namun ada juga yang settingan full manual seperti di Öhlins. "Itu di bagian kompresinya, mau bantingannya lembut, normal, atau keras bisa diatur," jelas Nana.

Settingan ini biasanya diatur sesuai kebiasaan pengguna mobil. Pengaturan ini tentunya bisa disesuaikan dengan kenyamanan ketika digunakan.

Menariknya, coilover juga bisa di custom jeroannya lho! "Maksudnya yang bisa di custom itu adalah bagian seperti per, shim rebound, dan shim compression," tutur Nana.

“Kalau per bisa diganti dengan lowering kit atau per yang lebih pendek,” jelas Ronny. Sedangkan shim rebound atau shim compression bisa di custom tingkat kekerasannya.

Baca juga: Inilah Fitur-Fitur Mobil yang Paling Berguna Untuk Pasar Indonesia

"Kalau menurut pemilik mobil settingan standarnya kurang lembut atau kurang keras, bisa di custom di dua bagian tadi sampai dapat settingan yang diinginkan," Nana menambahkan.

Selain itu, tekanan oli juga bisa diminta sesuai keinginan pemilik mobilnya. “Biasanya di custom di bound, rebound, dan pressure-nya, bahkan untuk yang pembalap pro bisa di custom tekanan gasnya juga,” ujar Ronny.

Merawat Coilover Mobil

Untuk perawatan coilover, tidak terlalu sulit sebenarnya. "Pastikan shaft-nya selalu bersih, karena kalau ada tumpukan debu yang terlalu tebal bisa merusak seal-nya," tukas Nana.

“Jadi kalau habis terkena hujan bagian coilover ini disemprot dengan air yang bertekanan tinggi supaya kotorannya rontok dan tidak menumpuk,” timpal Ronny.

Jika ada dealer resminya, usahakan setiap 30.000 km bawa ke authorized dealer untuk dilakukan pengecekan, "Servisnya bersifat pengecekan dan penggantian olinya, dari situ bisa ketahuan kalau ada kebocoran atau kerusakan lebih awal," bilang Nana.

Gejala kerusakan di coilover bisa dideteksi sejak awal. Misalnya saja bantingannya terasa jadi lebih keras atau malah jadi terlalu empuk.

"Kalau terasa kedua hal ini biasanya ada kebocoran seal, cepat dibawa ke service center-nya" papar Nana.

Selain itu mobil terasa 'melayang' atau limbung bisa jadi gejala kerusakan coilover juga. "Tapi harus dibarengi pengecekan kondisi kaki-kaki lainnya," pungkasnya. 

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya