• Home>
  • Tips & Trik>
  • Tips Perawatan Turbocharger Part 1, Penggunaan Pelumas Harus Tepat
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Tips Perawatan Turbocharger Part 1, Penggunaan Pelumas Harus Tepat

Dilihat 2649
Tri Gusti
16 Feb 2021, 21:56
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Mobil bermesin diesel saat ini seperti Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero, Isuzu mu-X, memang masih laris manis dipasar otomotif Indonesia. Selain konsumsi solar yang lebih irit dari mesin bensin, tenaga mesin pun dianggap lebih menyenangkan, karena dibantu oleh turbo untuk mengangkat power mesin.

Sebagai salah satu peranti pendongkrak tenaga mesin, turbo termasuk yang banyak luput perawatannya oleh para pemilik mobil. Banyak sekali terjadi turbo jebol, karena perawatannya kurang diperhatikan dan dianggap enteng oleh pemilik mobil.

Baca juga: Cara Jitu Merawat Mobil di Puncak Musim Hujan, Mudah Kok!

Kalau sampai turbo jebol, harganya bisa sampai puluhan juta lho jika harus penggantian dengan komponen baru. Memang ada yang jual seken eks limbahan, namun kualitas unitnya belum tentu bagus.

Perawatan Mesin Turbo Diesel, 'Susah-Susah Gampang'

Mesin diesel pada era commonrail, memang sudah jauh lebih sempurna ketimbang mesin diesel turbo konvensional. Baik dari konstruksi turbo itu sendiri, hingga sistem pelumasan turbo. Makanya, umur turbo masa kini lebih panjang dibandingkan zaman dahulu.

Untuk itu pelumasan jadi faktor utama dalam menjaga masa pakai turbo. Kita harus disiplin mengecek kapasitas oli di dalam ruang mesin agar tetap penuh. “Saat kapasitas oli berkurang, tentu pelumasan turbo juga akan kurang optimal,” terang Moehammad Sobirin dari Surya Mas Diesel di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat.

Ia pun menegaskan, “Jangan sampai telat ganti oli”. Karena dampaknya bakal berakibat fatal bagi mesin, jika sampai pelumasan tidak bekerja sempurna.

Pasalnya oli yang sudah lewat masa pakai, akan berpotensi besar mengandung serbuk besi atau yang juga dikenal dengan ‘gram-graman’. Sangat berbahaya bila melewati area pelumasan bilah turbin. “Hal terburuk, akan membuat putaran turbin turbo jadi macet,” ucap Moeh, sapaan akrabnya.

Baca juga: Begini Cara Merawat Mesin Turbo yang Baik, Pemilik Harus Tahu

Tingkat viskositas oli pun berperan penting dalam menjaga turbo pada diesel commonrail. “Karena sudah canggih, oli yang digunakan pun juga harus encer. Seperti oli yang digunakan mesin bensin yang menggunakan turbo,” ucap Theodorus Surya Jaya, juragan REV Engineering.

Viskositas oli 5W-30, 5W-40, 10W-40 atau 15W-40 dianjurkan mesin diesel commonrail. “Dengan oli yang sangat encer. Pelumasan turbo pun jadi lebih baik hingga ke celah sempit dibagian turbo. Saat putaran dan tekanan turbo dalam kondisi tinggi, oli tetap melumasi turbo dengan benar,” ucap Teddy.

Sedangkan menurut Sartono, Technical Leader Auto2000 Bintaro, "Gunakan oli mesin yg sesuai dengan spek kendaraan atau yang lebih tinggi. Karena sistem pelumasan dan pendinginan turbo melalui oli mesin. Lalu ganti atau bersihkan saringan udara secara rutin setiap servis berkala, sehingga udara yang masuk ke intake manifold melalui turbo juga bersih," jelasnya.

Terakhir, biarkan mesin idling atau langsam beberapa menit sebelum dimatikan untuk turbocharger cooling down dengan pelumasan oli mesin.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya